Seminar Nasional Kopma Unpas, Tekad Menjadi Pengusaha Kreatif

Ratno Indrajaya, salah satu pemateri dalam seminar nasional KOPMA Unpas sedang menyampaikan materi mengenai sejarah Tokopedia, pada Sabtu, 7 Desember 2019 di Aula H. Hasan Mustafa, Kampus IV Unpas Setiabudhi Bandung. ( Zahra Annisa Anwar/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline Seminar Nasional Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Univeritas Pasundan (Unpas) 2019 kali ini diselenggarakan untuk memperingati hari ulang tahun KOPMA Unpas yang ke- 36. Seminar ini mengambil Tema BAG “Be A Great Entrepreneur”. Seminar dilaksanakan pada Sabtu, 7 Desember 2019 di Aula H. Hasan Mustafa, kampus IV Unpas Setiabudhi. Acara ini mengundang sebanyak 3 pemateri, diantaranya Kresna Utama, Ratno Indrajaya dan Vidya Citra Paramadina, serta Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si.

Pemateri pertama yaitu, Kresna Utama selaku Owner dan Headchef  Jigoku Ramen Bandung, menuturkan bahwa terdapat 7 Formula Terbaru Langkah-Langkah Strategis Memulai Wirausaha. Diantaranya, tujuan berwirausaha, menentukan wirausaha, menggunakan modal sendiri, berprinsip, sabar dalam berproses, kreatifitas, dan marketing. Beliau berprinsip bahwa sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik

“dalam berwirausaha passion harus diperhatikan setelah itu lihat marketnya apakah memiliki peluang atau tidak”, ujar Kresna.

Pemateri kedua, Ratno Indrajaya dan Vidya Citra Paramadina selaku bagian Marketing Tokopedia menuturkan Tokopedia sudah berdiri hampir sepuluh tahun. Produk yang ditawarkan berupa PG (Physical Good) produk yang berupa fisik, seperti tas,sepatu,baju dan lain-lain. Serta, DG (Digital Good) berupa pembayaran PLN, BPJS, Pulsa dan lainnya. Beliau pun menuturkan, apabila ingin memulai suatu usaha, lebih baik mempertimbangkan pemilihan nama toko dan barang yang akan dijual dengan semenarik mungkin.

“sebelum memulai membuka toko lo di e-commerce, lo harus meningkatkan performa toko lo dulu, agar para konsumen tertarik untuk belanja di toko lo. Dan juga lo harus memilih nama yang tepat untuk toko lo dan barang yang lo jual sehingga berbeda dengan toko lain”, tutur Ratno

Pemateri ketiga yaitu, Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si. selaku Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia menjelaskan Koperasi sudah ada sejak revolusi 1.0 pada abad ke-18.  Indonesia dikhawatirkan memiliki indikasi kondisi krisis ekonomi pada suatu hari, itu sebabnya koperasi dijadikan sebagai penyelamat usaha. Kontribusi koperasi juga begitu besar dalam perekonomian Indonesia.

“banyak para millenial yang menganggap bahwa koperasi itu kolot, tempat untuk meminjam dan menyimpan uang saja. Padahal, koperasi sekarang sudah menuju digital”, tutup Rully.

 

MARIA FRISILIA SARAGIH | ZAHRA ANNISA ANWAR

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

No Responses

Tinggalkan Balasan