Saut Situmorang: Sastra Berada Dalam Kekacauan

 

Saut Situmorang. (Twitter)

Saut Situmorang. (Twitter)

Bandung, Jumpaonline – Menurut Penyair dan Kritikus Sastra Saut Situmorang, buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh itu kebohongan sejarah dan harus ditarik dari peredaran. “Cara penyusunan buku itu pun salah dan sama sekali tidak ada penjelasan yang ilmiah tentang kenapa 33 tokoh itu dianggap berpengaruh, saya harap buku itu tidak menjadi bacaan di sekolah-sekolah,” katanya.

Saut mengungkapkan bahwa sastra saat ini berada dalam kekacauan besar. Banyak sekali kelompok yang berbeda kepentingan muncul dalam berbagai konflik. Ada juga unsur dari luar sastra yang masuk dan memanfaatkan keadaan itu seperti Denny J.A.

Saut melontarkan kritik kepada Denny J.A, salah satu dari ke-33  tokoh yang masuk dalam buku itu. Saut beranggapan bahwa Denny telah mempolitisasi sastra.

“Dia tidak ada kepentingan dalam sastra, ia hanya mementingkan kepentingan pribadi seperti menaikkan nama, membuat dirinya tokoh padahal dia ga ada apa-apanya,” ujar Saut kepada Jumpaonline, Kamis, 20 Maret 2014 dalam acara peluncuran dan bedah buku berjudul Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

Saut juga berharap agar sastra sendiri tidak dipolitisasi untuk kepentingan pribadi. “Semoga sastra di Indonesia semakin membaik dan semakin berkurang orang-orang yang memanfaatkan sastra sebagai kepentingan pribadi,” ucap Saut.

RIZZA IKHSAN RAHADIAN

No Responses

Tinggalkan Balasan