Meningkatkan Kreativitas Anak Bersama Kafe ABK

Penampilan pantomim oleh anak penyandang disabilitas pada acara kafe ABK di Monumem Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada Minggu, 28 Oktober 2018 (Amadda Imam Muhammad/JUMPAONLINE)

Bandung, jumpaonline – Kafe Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menyelenggarakan acara benama HOPE di sekitaran Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Acara ini mengusung tema “Kami Ada, Kami Bisa, Kami Berkarya”. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 28 Oktober  2018 ini bertujuan bagi penyandang disabilitas untuk dapat menunjukkan bakat yang dimiliki.

Desi, selaku ketua kafe ABK, mengatakan bahwa acara ini mulanya diadakan karena ia merasa terpanggil untuk membantu penyandang disabilitas. Mereka juga punya talent dan skill yang dapat menjadi bekal untuk mereka di masa depan.

Workshop gratis yang bekerja sama dengan crafter Bandung ini diadakan untuk mengasah skill para penyandang disabilitas,” jelas Desi.

Herinnisa, anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), menuturkan bahwa acara ini merupakan ajang untuk mengembangkan potensi para penyandang disabilitas. Ia juga menambahkan bahwa perhatian pemerintah kepada mereka belum maksimal.

“Kami ingin seperti orang pada umumnya, memiliki pekerjaan, pendidikan yang sewajarnya, terus untuk hubungan sosial di segala bidang, kami inginnya tidak dibedakan, seperti masyarakat pada umumnya,” tutur Herinnisa.

Dalam acara ini terdapat empat area, yaitu workshop, panggung pementasan, stand kuliner, dan bazzar. Di bagian bazzar didominasi oleh karya-karya anak Sekolah Luar Biasa (SLB). Serta pementasan tari, puisi, dan musik di area panggung dimeriahkan oleh para peserta.

“Bazzar itu didominasi oleh karya anak-anak, dan guru-gurunya lah yang memamerkan hasil karya tersebut. Dan hal yang membahagiakan saya adalah hasil karya yang dipamerkan itu baru diajarkan bulan kemarin,” lanjutnya.

Nisrina, salah satu pengunjung, mengatakan bahwa acara ini sangat menarik. Ia merasa senang ketikat melihat peserta menampilkan pertunjukan meski memiliki keterbatasan.

“Acara ini memiliki banyak keseruannya, seperti melihat penyandang disabilitas dapat tampil di depan banyak orang meski memiliki keterbatasan,” ujarnya.

Amadda Imam Muhammad | Lailia Salma Khairunnisa

Calon Anggota muda Lpm ‘Jumpa’ Unpas

No Responses

Tinggalkan Balasan