Mahasiswa PBSI Akhiri Semester Ganjil dengan Pentaskan Drama

Pementasan drama “Nyi Putri Gilang Rukmini” oleh mahasiswa kelas A jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2017 sebagai tugas akhir mata kuliah Apresiasi Kajian Drama Indonesia di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Minggu 26 Januari 2020. (Angga Permana Saputra/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline – Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pasundan angkatan 2017 menggelar pementasan drama yang dihelat di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Minggu, 26 Januari 2020. Pementasan ini ditampilkan kelas B dengan tajuk “Dyah Pitaloka Citraresmi Belapati”, sementara kelas A mengangkat judul “Nyi Putri Gilang Rukmini” sebagai tugas akhir mata kuliah Apresiasi Kajian Drama.

Menurut Indra Bahari, sutradara Dyah Pitaloka Citraresmi Belapati, selain nilai kebudayaan yang ingin diangkat, nilai sastra pun ditekankan dalam pementasan ini. Drama ini sendiri mengangkat kisah putri Kerajaan Sunda yang dijodohkan dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit.

“Tetapi, sentimen itu (perjodohan Citraresmi dan Hayam Wuruk) tidak naik lagi, lebih ditekankan kepada nilai sastranya yang begitu kental dan apik,” ucap Indra saat ditemui usai pagelaran tersebut.

Sementara Annisa Nurul Hikmah, sutradara Nyi Putri Gilang Rukmini karya Yusef Muldiana yang mana mengisahkan legenda Danau Telaga Warna mengatakan, pentas ini diharapkan tidak hanya asal mementaskan, lebih luas dari itu nilai moral yang tersirat dalam pementasan itu haruslah tersampaikan dengan baik.

“Amanat yang disampaikan dalam cerita ini minimal haruslah bersikap baik kepada orang yang lebih tua, menjadi praibadi yang bermoral,” tambahnya.

Sedangkan dihubungi secara terpisah, Frilia Shantika, dosen mata kuliah tersebut mengatakan, dengan dipentaskannya drama ini, diharapkan mahasiswa mampu mengambil pembelajaran khususnya terkait persoalan sosial. Selain itu, ia juga menaruh harap agar mahasiswa mampu menyikapi dunia akademik yang dijalaninya di kampus dan mampu mengimplementasikannya dalam suatu kejadian.

“Mahasiswa akhirnya mampu menyelesaikan misinya dengan berbagai polemik di dalamnya hingga dapat menyajikan pertunjukan,” ujarnya saat dihubungi via Whatsapp.

Adapun Fajar, apresiator pentas drama, menyoroti segi persiapan hingga eksekusi pementasan ini sudah bisa dikatakan berhasil dengan harapan jika pementasan tugas akhir ini diselenggarakan kembali, para apresiator bisa lebih mengapresiasi.

“Para apresiator lebih bisa terfokus lagi dan lebih bisa menghargai untuk kedepannya, harus patuh terhadapa aturan yang dituturkan pembawa acara,” tutupnya.

 

INDAH AULIA PUSPITA | ZULFA AJDA

Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

No Responses

Tinggalkan Balasan