Inilah Kronologi Pembunuhan yang Dilakukan Gugun

Petugas membawa jenazah korban pembunuhan yang dilakukan oleh Gugun. (Tempo)

Petugas membawa jenazah korban pembunuhan yang dilakukan oleh Gugun. (Tempo)

Tangerang, Jumpaonline  Ramadhan Gumilang, 27 tahun, tega membunuh kedua orangtua dan adik mantan kekasihnya lantaran sakit hati cintanya tak direstui keluarga mantan kekasihnya itu. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa, 29 April 2014 pukul 15.00. Pelaku membunuh orangtua dan adik mantan kekasihnya, di rumah korban yang terletak di Perum Periuk Jaya Permai RT 06/06, Kelurahan Periuk Jaya, Periuk, Kota Tangerang.

Gugun (Sapaan Gumilang) berkunjung ke rumah keluarga Dewi, pada Selasa, 29 April 2014 untuk bertemu dengan kedua orangtuanya. Gugun yang baru saja putus cinta dengan Dewi seminggu yang lalu, meminta pada orangtuanya untuk menerima Gugun kembali menjadi kekasih Dewi. Namun Herayanti, 50 tahun, langsung menolak permintaannya karena Gugun adalah seorang pengangguran.

Sontak Gugun naik pitam setelah mendengar perkataan Herayanti. Gugun yang tak bisa mengendalikan emosinya kemudian menghajar kepala Herayanti saat ia sedang membereskan dapur. Gugun menghajarnya menggunakan kunci inggris dan menikamnya dengan pisau. Seketika wanita malang itu tewas tergeletak bersimbah darah di dapur rumahnya sendiri.

Prasetyo, 15 tahun, adik Dewi, yang sedang berdiam di lantai dua langsung berlari turun menuju dapur karena ia mendengar suara gaduh saat Gugun melancarkan aksinya. Gugun yang menyadari kehadiran Prasetyo langsung menghajarnya menggunakan kunci inggris. Prasetyo tewas seketika dan mayatnya diseret ke dalam dapur.

Belum puas, Gugun langsung berlari ke lantai dua untuk mencari Dukut, 54 tahun, ayah Dewi. Setelah menemukannya Gugun segera menghabisi nyawanya, Dukut tewas seketika setelah dipukul dan ditikam tanpa ampun oleh Gugun. Setelah tiga nyawa habis dibunuh, Gugun berusaha melarikan diri. Namun usahanya tertangkap basah oleh adik kedua korban yang baru saja pulang dari sekolah.

Adik kedua korban yang kaget melihat adik dan ibunya telah tewas terbunuh sontak berteriak histeris. Tak ingin ada saksi, Gugun segera menghantam kepalanya memakai kunci inggris. Korban sempat terjatuh namun tetap berusaha melawan dan melarikan diri. Beruntung korban berhasil melarikan diri keluar rumah dan berteriak meminta tolong.

Gugun terus mengejarnya tanpa henti. Namun mendengar teriakan minta tolong dari korban, seluruh tetangga yang mendengar berhamburan ke luar. Gugun yang mulai takut berusaha kabur namun usahanya tak berhasil. Gugun berhasil ditangkap warga dan kini ia diserahkan ke pihak kepolisian di Polsek Jatiluwung.

SUDURY SEPTA MARDIAH | TEMPO

 

No Responses

Tinggalkan Balasan