34 Wartawan Tewas, Kebebasan Pers di Pakistan Terancam

Pers melakukan aksi protes menolak kekerasan pada wartawan. (lensaindonesia)

Pers melakukan aksi protes menolak kekerasan pada wartawan. (lensaindonesia)

Pakistan, JumpaonlineKebebasan pers di Pakistan semakin terancam. Pasalnya 34 wartawan tewas sejak tahun 2008 lalu. Delapan orang diantaranya tewas sejak Perdana Menteri Nawaz Sharif terpilih pada Mei 2013 lalu. Menurut laporan dari penelitian, ada 74 kasus pembunuhan wartawan yang terjadi namun baru 34 kasus yang diselidiki. Wartawan tersebut dibunuh akibat berbagai berita yang mereka kabarkan.

Amnesty International, organisasi yang bergerak di bidang perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) meminta Pemerintah Pakistan untuk menyelidiki lembaga militer dan intelejen negara. Hal itu terkait dengan pelanggaran HAM terhadap serangan yang dilakukan terhadap sejumlah wartawan terkemuka.

Menurut berita yang dilansir dari Al Jazeera, Rabu 30 April 2014, Amnesty telah mendokumentasikan sejumlah ancaman yang diterima wartawan dari partai politik, kelompok bersenjata, dan badan intelijen Pakistan.

David Griffiths, Direktur Amnesty Wakil Asia Pasifik mengatakan Pemerintah Pakistan harus segera mencari orang yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM pada wartawan harus segera di seret ke meja hijau.

SUDURY SEPTA MARDIAH | AL JAZEERA

 

No Responses

Tinggalkan Balasan