Ilustrasi : Ferly Arliansyah/JUMPAONLINE

Fenomena akun kampus cantik sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Unggahan foto-foto mahasiswi di berbagai akun kampus cantik yang ada di media sosial Instagram menuai beberapa problematika, terutama soal privasi dan objektifikasi. Akun instagram ini kerap kali menampilkan foto mahasiswi yang dinilai cantik menurut standar kecantikan yang beredar secara umum. Biasanya, admin akun tersebut menyediakan ruang bagi followersnya untuk memention mahasiswi yang dianggap cantik. 

Menyoal Privasi dan Relasi Konsensual Akun Instagram Cantik

Untuk mengetahui lebih jauh soal privasi dan relasi konsensual akun instagram cantik, saya tergerak untuk mewawancarai tiga mahasiswi yang foto pribadinya pernah diunggah oleh @unpas.manis. Tentu saja, jawaban yang diberikan oleh ketiga narasumber ini tidak dapat menjadi generalisasi bagi akun kampus cantik lainnya. Hanya saja, jawaban-jawaban ini dapat menuntun kita untuk memperoleh gambaran soal skema kerja dan motif yang membuat mahasiswi bersangkutan memberikan izin kepada admin, untuk memajang potret pribadinya di laman Instagram.

Seluruh narasumber yang identitasnya tidak ingin disebutkan, mengungkapkan bahwa admin @unpas.manis telah meminta izin dan mereka telah memberikan persetujuan.

“Sebenarnya untuk postingan IG @unpas.manis itu udah izin dulu ke aku, meskipun emang menghubunginya lewat DM Instagram,” ujar salah satu mahasiswi Unpas. 

Jika keadaannya demikian, maka admin dibalik akun @unpas.manis tidak menyalahi hak pribadi pemilik foto. Perlu diketahui bahwa mengunggah potret pribadi orang lain tanpa izin dapat dikenakan jeratan hukum.

Jika seandainya, admin akun kampus cantik berusaha keras untuk mengunggah foto. Maka admin tersebut telah melanggar UU Perlindungan Hak dan Privasi seseorang yang telah diatur dalam pasal 21 Permenkominfo, yaitu penyebarluasan data pribadi yang sebetulnya hanya dapat dilakukan atas persetujuan pemiliknya. 

Di sisi lain, ketika ditanyai perihal pengunggahan foto oleh @unpas.manis, salah satu narasumber merasa tidak keberatan justru merespons dengan baik tindakan admin. 

Aku sebagai orang yang pernah diposting akun tersebut justru senang, kaya ningkatin kepedean aja gitu buat aku sendiri mah,” ujar mahasiswi Unpas yang fotonya diunggah di akun kampus cantik.

Akun Kampus Cantik Sebagai Alur Internalisasi Objektifikasi Diri

Akun kampus cantik merupakan produk dari male gaze yang tak lepas dari praktek pengobjektifikasian diri. Jika dikaitkan dengan para pelaku industri media seperti iklan, film, video klip, dan sebagainya banyak sekali pelaku industri yang menjadikan perempuan sebagai objek dengan cara yang bervariasi. Cara yang seringkali dipakai adalah dengan mempertontonkan tubuh perempuan agar tujuan industri tercapai seperti rating, laba industri, atau peningkatan pengguna media.

Mengutip dari artikel berjudul “Objektifikasi Perempuan oleh Media : Pembakuan Identitas Perempuan dan Dominasi Kekuasaan Laki-laki” yang ditulis oleh Manggala Nayahi pada laman jurnalperempuan.org, objektifikasi perempuan dapat terlihat pada iklan parfum laki-laki. Dalam iklan parfum laki- laki, storyline yang diberikan biasanya ada seorang lelaki yang sedang menyemprotkan parfum ke tubuhnya, lalu tidak lama berselang perempuan berpakaian minim dengan kostum bersayap jatuh dari langit-langit ruangan tempat di mana laki-laki tersebut berada. Setelahnya, mereka mulai menempelkan tubuhnya pada tubuh si lelaki dan ekspresi wajahnya berubah menjadi senang.

Citra perempuan yang dibangun oleh industri media seperti tontonan tubuh tersebut membuat stigma dan stereotip masyarakat jadi terpengaruh. Hal tersebut berdampak pada internalisasi di dalam diri perempuan dan akhirnya menghasilkan pemikiran bahwa tubuh mereka adalah objek yang dinilai. Citra itulah yang menjadikan segala alur dalam media membuat perempuan akhirnya rela untuk fotonya diunggah, atau mengajukan diri agar fotonya dipampang di akun kampus cantik tersebut.

Sama halnya dengan rating yang berhubungan dengan akun kampus cantik ini, di sini perempuan bisa mendapatkan pujian bahkan mungkin eksistensi dan exposure di media sosial. Akun kampus cantik juga bisa menjadi bentuk validasi seseorang karena menempatkan perempuan dalam stereotype wanita harus tampil cantik dan seksi, untuk dapat memikat lawan jenis. Dalam kata lain, kehadiran akun kampus cantik nampak seperti sebuah katalog perempuan di sebuah kampus. 

Pentingkah Eksistensi Media Sosial Dibandingkan Ruang Privasi? 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, male gaze ini terinternalisasi dalam diri perempuan yang melahirkan konsepsi bahwa kehadiran mereka baru berarti, jika penampilan fisiknya telah dinilai oleh laki-laki. Validasi atas kecantikan pandangan laki-laki lewat akun kampus cantik, bagai cap pengesahan eksistensi perempuan. Pola seperti inilah yang terlihat dari respons yang diberikan oleh narasumber. Pengunggahan foto pribadi dengan resiko menjadi ‘objek’ akhirnya dikesampingkan untuk meraih validasi atas eksistensi mereka, terutama di media sosial. Peningkatan eksistensi berkorelasi positif dengan pujian yang diterima dari lingkungan sosial dan menjadikan eksistensi di media sosial seakan-akan wajib dimiliki oleh seseorang. Perasaan seperti ini ditimbulkan oleh adanya pergeseran relasi sosial antar manusia yang ada pada dunia maya. Contoh kecilnya seperti, kedekatan pertemanan dinilai dari hubungan ketika kita saling mengikuti (follow to follow) di media sosial hingga resahnya seseorang ketika kehilangan followers pada media sosialnya.

Mengutip dari artikel berjudul “Seberapa Penting Eksistensi Bagi Seseorang?” yang ditulis oleh Ridho Nugroho pada laman nova.grid.id, Psikolog Ayoe Sutomo mengungkapkan bahwa eksistensi erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. 

Menurut Ayoe Sutomo juga, ketika kebutuhan dasar paling fisik sudah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan kedua yakni keamanan dan yang ketiga yaitu cinta atau rasa. Lalu, pada masyarakat kota kebanyakan tingkat kebutuhan satu sampai dengan tiga sudah terpenuhi, sehingga selanjutnya adalah kepercayaan diri. Hal tersebut yang mendasari mahasiswi rela fotonya untuk diunggah dan beranggapan bahwa akun cantik bisa meningkatkan ketertarikan diri terhadap lawan jenis. Semua orang dapat melihat fotonya yang memiliki paras cantik dan merasa kepercayaan dirinya meningkat. Selain itu, hal ini dapat pula meningkatkan jumlah followers pada akun pribadi.

“Aku juga engga ngerti, tapi lumayan sih buat tambah-tambah followers IG,” ungkap salah satu mahasiswi yang fotonya diunggah di akun kampus cantik.

FERLY ARLIANSYAH

Editor : SIFA AINI ALFIYYAH

Referensi :

Menyibak Sisi Gelap Akun “Kampus Cantik” (19 Juli 2022)

https://www.its.ac.id/news/2022/07/19/menyibak-sisi-gelap-akun-kampus-cantik/

Langgengnya Akun-Akun ‘Kampus Cantik’: Gejala Pendisiplinan Tubuh Perempuan di Tengah Pendidikan Tinggi Indonesia (22 Agustus 2022)

https://fisip.ui.ac.id/langgengnya-akun-akun-kampus-cantik-gejala-pendisiplinan-tubuh-perempuan-di-tengah-pendidikan-tinggi-indonesia/

Seberapa Penting Eksistensi Bagi Seseorang (13 Januari 2015)

https://nova.grid.id/read/05449829/seberapa-penting-eksistensi-bagi-seseorang

Objektifikasi Perempuan oleh Media: Pembakuan Identitas Perempuan dan Dominasi Kekuasaan Laki-laki (4 Maret 2015)

https://www.jurnalperempuan.org/wacana-feminis/objektifikasi-perempuan-oleh-media-pembakuan-identitas-perempuan-dan-dominasi-kekuasaan-laki-laki

Akun 'Kampus Cantik' Masih Laris, Obyektifikasi Perempuan Marak di Dunia Pendidikan (8 Agustus 2022)

https://www.vice.com/id/article/akeexb/penelitian-fenomena-akun-jenis-uicantik-dan-ugmcantik-dianggap-simbol-obyektifikasi-dan-seksualisasi-perempuan

Akun-akun Mahasiswi Cantik Raup Untung dari Objektifikasi Perempuan  (29 Januari 2021)

https://magdalene.co/story/akun-akun-mahasiswi-cantik-raup-untung-dari-objektifikasi-perempuan
One thought on “<strong>Akun Kampus Cantik: Antara Objektifikasi dan Peneguhan Eksistensi</strong>”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *