Tangkapan layar M. Asep Z Ansori, pemateri webinar kajian publik bertajuk “Puasa dan Humanisme” pada Sabtu, 16 April 2022. ( Rico Miraj Irawan/ JUMPAONLINE)

Kampusiana, Jumpaonline – Racana Universitas Pasundan (Unpas) menyelenggarakan webinar kajian publik yang bertajuk ” Puasa dan Humanisme” pada hari Sabtu, 16 April 2022 melalui telekoferensi Zoom meeting dengan menghadirkan  Ustad M. Asep Z. Ansori sebagai pembicara.

Adi Anugerah Akbar, Ketua Racana Unpas menjelaskan, puasa dan humanisme merupakan perilaku kemanusian yang harus dijalin dengan baik dikala ramadhan. Tidak hanya hubungan dengan Tuhan saja yang dijalankan dengan baik melainkan, hubungan silaturahmi antar manusiapun harus terjalin dengan baik.

“Kenapa kita mengusut tema “Puasa dan Humanisme” karena dalam berpuasa kita harus menjalin silaturahmi antara manusia dengan manusia lainnya karena dalam berpuasa tidak hanya menjalankan hablumminallah (hubungan manusia dengan tuhannya yaitu allah) saja tetapi juga harus menjalankan hablumminannas (hubungan antar manusia dengan manusia),” tutur Adi.

Asep Z Ansori, Pemuka Agama sekaligus pemateri menuturkan, humanisme sangat berkaitan dengan agama islam apalagi saat bulan ramadhan seperti ini. Humanisme disini artinya hubugan antar manusia dengan manusia lainnya yang harus terjalin dengan baik seperti silaturahmi.

“Islam tidak hanya mengedepankan hubungan manusia dengan tuhannya saja tetapi harus mengedepankan juga hubungan antar manusia karena jika mau berhubungan baik dengan tuhan maka kita harus berhubungan baik pula dengan seksama manusia, jadi seimbang dua-duanya karena kalau kita berhubungan baik sama tuhan tapi menyakita manusia lainnya kan sama aja boong dan sebaliknya,” tutur Asep.

Asep menambahkan, hal-hal yang dapat membuat batal di bulan puasa dan hal apa saja yang dapat membuat pahala batal. Jika pahala batal bukan berarti puasanya juga batal puasanya tetap sah tetapi pahalanya yang batal.

“Puasa di bulan ramadhan mempunyai beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar contoh kecilnya,  jangan makan dan minum dan ketika itu dilanggar maka batal lah puasa kita. Salah satu faktor yang bisa membatalkan pahala adalah ketika kita senang melihat orang lain susah, susah melihat orang lain senang,” pungkasnya.

 

RICO MIRAJ IRAWAN

Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.