Tangkapan layar Tri Joko Her Riadi, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung. Pada Kamis, 24 Maret 2022 (Sifa Aini Alfiyyah/JUMPAONLINE)
Tangkapan layar Tri Joko Her Riadi, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung. Pada Kamis, 24 Maret 2022 (Sifa Aini Alfiyyah/JUMPAONLINE)
Tangkapan layar Tri Joko Her Riadi, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung. Pada Kamis, 24 Maret 2022 (Sifa Aini Alfiyyah/JUMPAONLINE)

Nasional, Jumpaonline“Saya pikir tindakan pemberedelan ini bukan hanya tindakan sewenang-wenang, tetapi juga sebagai bentuk keputusasaan. Mereka yang memiliki kekuasaan dan kewenangan dalam membuat kebijakan, seolah-olah tidak melihat pilihan lain selain beredel,” ujar Tri Joko Her Riadi, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), saat dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis, 24 Maret 2022.

Tri Joko mengungkapkan, pemberedelan ini melanggar hak asasi kebebasan berekspresi terhadap Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, karena reportase jurnalistik setajam dan semenyakitkan apapun harus dilihat dengan jernih. Isu sensitif seperti kekerasan seksual sangat krusial bagi kampus manapun, artinya tidak boleh disalahartikan sebagai cara untuk menjatuhkan nama kampus atau mendelegitimasi para pemimpin kampus. Reportase dapat dilihat sebagai suara kritis mahasiswa yang peduli dan menginginkan perubahan kebijakan kampus menjadi lebih baik.

“Saya pikir tidak etis dan tidak tepat dalam pembekuan LPM Lintas. Hal yang perlu di kedepankan itu dialognya dan jika perlu, surat perbandingan keluarkan, bukan dengan cara diberedel. Itu cara lama seperti yang dilakukan pada orde baru dan orde lama,” kata Tri Joko.

Tri Joko menjelaskan, kekerasan fisik kepada dua anggota LPM Lintas sebagai ancaman serius. Memaksa serta mengancam untuk membungkam suara mereka merupakan bagian intimidasi. Seharusnya pemberedelan tidak terjadi karena setiap orang bebas berekspresi terutama pers mahasiswa. Semoga, kejadian seperti ini dapat menjadi koreksi serta pengingat untuk tidak sembarangan menerbitkan surat pembekuan dan pemberedelan.

“Hendaknya, kejadian pemberedelan ini menjadi sebuah intropeksi untuk kampus dan para birokratnya agar tidak sewenang-wenang melakukan pembekuan dan pemberedelan,” pungkasnya.

 

SIFA AINI ALFIYYAH

Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.