Tangkapan layar Ghina Sahirah, Business Development Manager Saruga, sedang menyampaikan materi webinar Save Our Earth Through Green Movement and Energy yang diadakan oleh PT. ATW Solar pada Sabtu, 6 Februari 2022. (Zahira Maritzanada Dewi/JUMPAONLINE)

Nasional, Jumpaonline – Sebagai dukungan untuk gerakan penghijauan dan gerakan energi terbarukan, Saruga, toko isi ulang pertama di Jakarta, dan PT. ATW Solar, perusahaan penyedia panel surya, mengadakan webinar dengan isu Save Our Earth Through Green Movement and Energy pada Sabtu , 6 Februari 2022. Dengan tujuan mengedukasi masyarakat Indonesia agar peduli terhadap krisis lingkungan akibat gaya hidup masyarakat yang tidak memikirkan dampak dari perbuatan.

 

Ghina Shahirah, Business Development Manager Saruga menuturkan, posisi Indonesia yang berada diurutan kedua, negara penghasil plastik terbanyak di dunia pada tahun 2019.  Hal tersebut menimbulkan kecemasan masyarakat, sehingga munculnya gerakan green movement, seperti Saruga dan PT. ATW Solar.

 

“Pada 2019 Indonesia menjadi negara kedua yang memproduksi plastik terbanyak di dunia, apabila kita terus melakukan kebiasaan menggunakan plastik, bisa jadi di tahun ini atau di tahun depan Indonesia menjadi negara produksi plastik terbanyak di dunia. Ini menjadi latar belakang adanya green movement, serta gerakan atau perusahan green movement dan green energy,” tutur Ghina.

 

Kabela Filza, Retail Manager ATW Solar menyampaikan, informasi mengenai kenaikan karbon dioksida sebesar 50% yang disebabkan oleh pembakaran masal bahan bakar fosil pada revolusi industri. Tidak hanya itu, Kabela menyebutkan bahwa kemungkinan bahan bakar fosil akan habis pada tahun 2050, disebabkan oleh terlalu banyaknya penggunaan bahan bakar fosil dan pengeksporan fosil. Perlu adanya alternatif energi terbarukan, salah satunya dengan menggunakan energi listrik tenaga surya, yang dapat dengan mudah diperoleh di wilayah khatulistiwa.

 

“Menurut World Meteorological Organization karbon dioksida mencapai 50% dari revolusi industri, karena pembakaran masal bahan bakar fosil. Hal tersebut menyebabkan perubahan iklim yang terus menerus semakin ekstrim dan kemungkinan fosil akan habis pada tahun 2050. Salah satu solusi untuk mengurangi bahan bakar fosil yaitu dengan melalui renewable energy, dengan memanfaatkan energi matahari, melalui pembangkit listrik tenaga surya, “ jelas Kabela

 

Ghina mengatakan, gerakan penghijauan tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun, masyarakat dalam berbagai kalangan juga perlu ikut serta melakukan pergerakan, karena merupakan tanggung jawab bersama.

 

Green movement membutuhkan bantuan dari semua kalangan bukan hanya pemerintah saja, namun dari konsumen, komunitas, dan pelaku-pelaku industri. Karena hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Ghina.

 

ZAHIRA MARITZANADA DEWI

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

One thought on “Gerakan Penghijauan, Saruga dan ATW Solar Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.