Tangkapan Layar Surat Edaran Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Kamis, 13 Januari 2022. (Zahira Maritzanada Dewi/JUMPAONLINE)

Nasional, Jumpaonline – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) terbitkan surat edaran vaksinasi lanjutan pada Kamis, 13 Januari 2022. Vaksinasi yang dilakukan secara bertahap ini diperuntukan untuk semua masyarakat di Indonesia, termasuk mahasiswa yang akan melakukan pembelajaran hybrid. Kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya melakukan vaksinasi lanjutan sangat diperlukan untuk menjaga diri sendiri dari covid varian baru.

Gusti Salma Masmulia, Mahasiswa Fakultas Hubungan Internasional Universitas Pasundan (Unpas) mengemukakan, pentingnya vaksinasi booster yang dianjurkan oleh para peneliti World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control (CDC). Selain itu, Salma mengatakan bahwa vaksinasi booster diperlukan mahasiswa yang akan melakukan perkuliahan hybrid, karena peluang penyebaran covid akan lebih besar apabila dalam ruangan tertutup.

“Jika kita lihat para peneliti WHO dan CDC, sudah banyak yang menganjurkan untuk melakukan vaksin booster dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Pemerintah menyediakan vaksin booster sudah dengan penelitian yang akurat dan tervalidasi. Jadi menurut saya, vaksinasi ini penting untuk mahasiswa, terutama saat pembelajaran tatap muka, dimana kita berada dalam satu ruangan tertutup, peluang menyebarnya lebih besar,” ucap Salma.

Azhar Dzulfikar, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpas menjelaskan, saat pandemi Covid-19 dibutuhkan kekebalan tubuh yang ekstra. Mutasi virus covid yang semakin ganas, menyebabkan pentingnya vaksinasi dosis ke tiga.

“Pada pandemi Covid-19 kita membutuhkan kekebalan tubuh yang ekstra, karena yang namanya virus akan bermutasi. Seiring berjalannya waktu, seperti yang kita ketahui covid ini semakin bermutasi menjadi lebih ganas. Oleh karena itu, penting untuk melakukan vaksinasi dosis ke tiga ini,” jelas Azhar.

Azhar mengatakan, mahasiswa yang belum divaksin sebaiknya segera divaksin untuk menjaga kestabilan tubuh, dan keselamatan pribadi. Vaksin menjadi pencegah tertularnya covid yang telah merenggut banyak nyawa.

“Mahasiswa yang belum divaksin, sebaiknya segera divaksin untuk menjaga kestabilan tubuh. Intinya untuk keselamatan pribadi, harus sayang terhadap diri sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa covid ini merenggut banyak nyawa manusia, jadi alangkah lebih baik kita mencegah terlebih dahulu dengan vaksin,” pungkas Azhar.

ZAHIRA MARITZANADA DEWI

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.