Tangkapan Layar Anisa Nurazizah (atas), moderator, dan Muhammad Erwan Syah (bawah), dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dalam talk show yang bertajuk “Telling You More About Quarter Life Crisis and How To Cope” pada Kamis, 27 Januari 2022. (Alisya Nur Fachriza/JUMPAONLINE)
Tangkapan Layar Anisa Nurazizah (atas), moderator, dan Muhammad Erwan Syah (bawah), dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dalam talk show yang bertajuk “Telling You More About Quarter Life Crisis and How To Cope” pada Kamis, 27 Januari 2022. (Alisya Nur Fachriza/JUMPAONLINE)
Tangkapan Layar Anisa Nurazizah (atas), moderator, dan Muhammad Erwan Syah (bawah), dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dalam talk show yang bertajuk “Telling You More About Quarter Life Crisis and How To Cope” pada Kamis, 27 Januari 2022. (Alisya Nur Fachriza/JUMPAONLINE)

Nasional, Jumpaonline – Mahasiswa peserta Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjajaran menyelenggarakan talk show yang bertajuk “Telling You More About Quarter Life Crisis and How To Cope”. Talk show ini menghadirkan Muhammad Erwan Syah, dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta yang diselenggarakan melalui Live Instagram pada Kamis, 27 Januari 2022. Talk Show ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan tugas OSPEK FK Unpad angkatan 2021 dengan tujuan menyadarkan dan mengedukasi masyarakat mengenai quarter life crisis.

Muhammad Erwan Syah memaparkan, quarter life crisis adalah kondisi di mana seseorang menghadapi ketidakpastian, stres, dan pencarian jiwa lebih mendalam yang dialami anak muda saat memasuki babak baru dalam hidupnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, quarter life crisis adalah suatu keadaan seseorang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Krisis ini biasa dirasakan saat memasuki usia 20-an atau 30-an.

Quarter life crisis ini adalah situasi di mana seseorang merasa tidak kukuh pada fondasi pada hidupnya dan merasa tidak puas terhadap dirinya sendiri. Quarter life crisis muncul karena adanya transisi kehidupan dan tuntutan sosial,” ujarnya.

Selanjutnya Erwan Syah menambahkan tentang cara menangani quarter life crisis. Ia menyingkatnya dengan “BeBek TuSyuk”. Yang pertama adalah dengan berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, belajar membuka diri terhadap dunia luar, kurangi bermain media sosial, tunjukan bakatmu percayalah bahwa diri kita hebat, dan syukuri apa pun yang kita miliki.

“BeBek TuSyuk ini adalah singkatan bagaimana cara kita mengantisipasi quarter life crisis. Terkadang kita mengalami kecemasan dan kebingungan pada diri kita karena sering membandingkan dengan orang lain,” pungkas Muhammad Erwan.

Aisyah Nur Nazmy, peserta talk show mengakui, talk show ini sangat berguna bagi dirinya sebagai mahasiswa tingkat awal dan orang-orang sekitar yang sedang dilanda dilema kehidupan. Ia jadi tahu apa itu quarter life crisis menurut pemahamannya dan cara menanganinya. Ia berharap, dengan diadakannya talk show ini mampu membangkitkan kesadaran masyarakat tentang quarter life crisis.

Quarter life crisis ini sangat kompleks. Saya sendiri baru sadar bahwa inilah yang saya butuhkan di umur sekarang. Sayangnya masyarakat kita masih awam terhadap isu ini, jadi jarang dibicarakan dan terkesan tabu,” ucap Aisyah.

 

ALISYA NUR FACHRIZA

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.