Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Keanekaragaman hayati pertama kali diperingati pada tanggal 29 Desember berdasarkan penetapan Komite Kedua Majelis Umum PBB pada tahun 1993 yang juga bertepatan dengan pelaksanaan Konvensi Tentang Kenaekaragaman Hayati (COP- Convention on Biological Diversity). Namun pada tahun 2000, PBB menjadikan tanggal 22 Mei sebagai Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati (The International Day for Biological Diversity).
Hal ini dikarenakan pada tanggal 29 Desember banyak negara yang mengalami kesulitan dalam pelaksanakan Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati yang bertepatan dengan liburan akhir tahun. Walaupun begitu, peringatan ini dilakukan guna menumbuhkan kecintaan seluruh manusia terhadap biodiversitas (keanekaragaman hayati) di Bumi.
Keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman makhluk hidup dari semua sumber keseluruhan variasi gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah baik daratan, lautan dan ekosistem lain. Terdapat banyak sekali ekosistem di Bumi seperti ekositem sungai, ekosistem hutan, ekosistem gurun, ekosistem rawa, atau ekosistem laut. Perbedaan bentuk ekosistem menyebabkan bentuk relief permukaan bumi berbeda-beda. Akibatnya setiap daerah memiliki ekositem yang berbeda-beda. Termasuk yang terjadi pada Indonesia.
Indonesia adalah salah satu negara yang beriklim tropis dan dilalui oleh garis khatulistiwa. Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara dengan gugusan gunung api yang panjang. Akibat adanya vulkanisme, tanah di Indonesia rata- rata memiliki tanah yang subur. Indonesia juga termasuk ke dalam tiga negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi baik flora maupun faunanya, bersamaan dengan Brazil dan Zaire. Terdapat banyak tumbuhan dan hewan endemik (hanya ada di wilayah geografis tertentu) yang terdapat di ekosistem Indonesia.
Ada banyak ekosistem yang menjadi ciri khas keanekaragaman hayati di Indonesia, diantaranya adalah hutan bakau, padang rumput, hutan hujan tropis, dan ekosistem air tawar. Untuk flora yang ada di hutan Indonesia, terdapat tiga jenis yang bisa ditemukan yakni tipe flora tipe Malesiana seperti meranti, kayu kapur, manga, sukun, dan juga durian; lalu tipe peralihan seperti anggrek, cempaka, dan cengkeh dan juga non-Dipterocarpeceae seperti beringin dan matoa yang dapat dijumpai di Papua serta Indonesia Timur.
Selain flora, Indonesia memiliki berbagai macam fauna yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu tipe asiatis yang berada di kawasan Indonesia Barat seperti harimau Sumatra, Macan Tutul, banteng, gajah sumatra, beruang madu, dan lain-lain; tipe Australis yang ada di Indonesia Timur seperti buaya air tawar, ikan duyung, katak pohon, dan lain-lain; dan juga hewan-hewan tipe peralihan di Indonesia Tengah seperti anoa, babirusa, burung Maleo, dan komodo. Dengan keunikan yang dimiliki Indonesia dibandingkan dengan negara lain sudah sepatunya kita bangga dengan banyaknya keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia dan terus menjaganya.

Husna Naimah

Sumber :
Nesa, Cipta Pantrisa. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fenomena Biosfer di Kelas Xi Sma Negeri 1 Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Diss. IKIP PGRI PONTIANAK, 2015.
https://ekogeo-ekogeo.blogspot.com/2018/05/hari-keanekaragaman-hayati-dunia.html
https://www.dosenpendidikan.co.id/flora-dan-fauna/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *