Sumber: SOROGAN

Pada tanggal 16 November 1995, merupakan pertama kalinya dideklarasikan sebagai Hari Toleransi Internasional Oleh The United Nations Educational, Scientific And Cultural Organization (UNESCO). Perayaan tersebut ditetapkan berdasarkan kekerasan, diskriminasi dan marginalisasi yang dialami masyarakat. Ketetapan tersebut dibuat agar penduduk dunia untuk bisa saling menghormati, menerima dan menghargai keberagaman budaya dan tradisi yang ada di dunia ini.

Selain itu, Hari Toleransi Internasional memberikan kesempatan untuk bisa mengakui hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental orang lain. Melalui perayaan ini, diharapkan agar penduduk dunia dapat melawan pengaruh yang mengarahkan pada ketakutan dan pengucilan orang lain dengan membangun kepercayaan dan ketahanan diri.

Sikap yang timbul dari kurangnya menghormati dan menghargai perbedaan agama, ras, dan budaya dapat menyebabkan sifat intoleransi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, intoleransi adalah paham atau pandangan yang mengabaikan seluruh nilai-nilai dalam toleransi. Intoleransi juga dapat diartikan sikap tidak toleran atau sulit menerima perbedaan dalam masyarakat.

Dikutip dari IDN times, berikut merupakan peristiwa intoleransi yang pernah terjadi di Indonesia:

  • Penyerangan klenteng oleh seorang pria di Kediri pada tanggal 13 Januari 2018
  • Penolakan yang dilakukan ormas islam terhadap acara peringatan 32 tahun berdirinya Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan, Bantul, Yogyakarta. Aksi dilakukan atas dasar tudingan kristenisasi pada tanggal 28 Januari 2018.
  • Penolakan terhadap kegiatan kebangkitan di Gedung Sabuga, Bandung oleh Pembela Ahlu Sunnah (PAS) pada tanggal 16 November 2016.
  • Seorang biksu yang dilarang beribadah di Tangerang pada tanggal 7 Februari 2018.
  • Gereja yang dilempari bom molotov di Samarinda pada tanggal 13 November 2016.
  • Pastor gereja di Medan nyaris jadi korban bom bunuh diri saat pimpin misa pada tanggal 28 September 2016.

Ada beberapa dampak yang timbul dari sikap intoleransi contohnya perpecahan suatu negara karena konflik sosial terhadap perbedaan ras, suku atau agama, sikap arogan karena merasa rasnya lebih superior daripada ras yang lain, dan akan sulit menerima perbedaan yang timbul dimasyarakat.

Cara yang dapat dilakukan untuk melawan perilaku intoleransi seperti melarang dan menghukum kejahatan, kebencian, diskriminasi, memberikan pendidikan tentang pentingnya toleransi, membatasi para pengaruh penyebar kebencian, dan turut serta dalam memerangi kegiatan yang bersifat intoleransi.

 

HUSNA NAIMAH

 

https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/news/indonesia/amp/linda/5-kejadian-penyerangan-rumah-ibadah-di-indonesia

https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2020/11/16/16-november-diperingati-sebagai-hari-toleransi-internasional-ini-sejarahnya

https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/22/165337469/dampak-negatif-intoleransi-dan-cara-menghindarinya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *