Tangkapan layar Yohanna dan Frans (kanan) selaku moderator, dan Mariam F. Barata (kiri) selaku Pelaksana Tugas Direktur Pemberdayaan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika, saat menjadi pembicara pada webinar Nasional Is Me bertajuk “Literasi Digital Menuju Indonesia Digital Nation” yang disiarkan langsung melalui Youtube  pada Senin, 15 Maret 2021. (Murtadho Pasandideh/JUMPAONLINE)

Nasional, Jumpaonline “Literasi digital itu sangat penting bagi masyarakat, agar masyarakat tidak hanya menggunakan gadget, tetapi juga bisa bijak memanfaatkannya,” tutur Mariam F. Barata, Pelaksana Tugas Direktur Pemberdayaan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat menjadi narasumber di webinar bertajuk “Literasi Digital Menuju Indonesia Digital Nation” yang diadakan oleh Radio Heartline Network (100,6 FM) melalui siaran langsung Youtube pada Senin, 15 Maret 2021.

Mariam F. Barata, Pelaksana Tugas Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo mengatakan, gadget memang sudah marak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tetapi, masyarakat dinilai masih belum mampu memanfaatkan gadget nya dengan baik. Karenanya, literasi digital menjadi hal yang penting agar masyarakat mengetahui bahwa, gadget memiliki berbagai hal bermanfaat didalamnya, bukan hanya sebagai media komunikasi dan memperoleh informasi semata.

“Gadget itu ga cuman sekedar media komunikasi, tapi banyak hal bermanfaat jika digunakan dengan baik. Salah satu caranya dengan mengenalkan  literasi digital,” tutur Mariam.

Menurut Mariam, peran keluarga sangat dibutuhkan dalam mewujudkan literasi digital. Karena, lingkungan keluarga akan membimbing anak-anak untuk bijak menggunakan internet.

“Memang peran keluarga sangat penting bagi literasi digital, karena membimbing anak dari mulai kecil untuk menggunakan internet dengan baik,” tutur Mariam.

Mariam F. Barata menambahkan, terdapat empat kemampuan dasar literasi digital yang harus dikembangkan oleh masyarakat Indonesia, yaitu pertama digital skill, kemampuan menggunakan alat digital untuk kehidupan sehari hari. Kedua digital culture, kemampuan menggunakan alat digital untuk memahami, membangun nilai-nilai Pancasila dan norma-norma bangsa Indonesia. Lalu, digital etik, kemampuan untuk memilah dan memilih informasi informasi yang benar. Terakhir digital safety, yakni kemampuan untuk menjaga data pribadi dan tidak mengunjungi situs situs illegal.

“Dengan keempat kemampuan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan internet,” pungkas Mariam.

 

Murtadho Pasandideh

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *