Tangkapan layar Janti Suksmarini, Kepala Perpustakaan Bung Karno saat menjadi pembicara kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Bung Karno pada Rabu, 11 Maret 2021 (Ary Sungkana/JUMPAONLINE)

Nasional, JumpaOnline Perpustakaan Bung Karno menggelar webinar bertajuk “Menggali Pemikiran, Membangunkan Pancasila” pada Rabu, 11 Maret 2021. Webinar yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting ini membahas mengenai pemikiran-pemikaran Soekarno yang mengacu pada nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut berangkat dari ajakan Perpustakaan Bung Karno kepada masyarakat untuk kembali mengenali pemikiran Bung Karno dan membumikan Pancasila.

Olivia Zalianty, Ketua Yayasan Generasi Lintas Budaya mengatakan bahwa Soekarno atau Bung Karno merupakan seseorang yang memiliki pemikiran yang cerdas. Atas pemikirannya, Bung Karno dapat membawa bangsa kepada suatu tatanan baru, melepaskan belenggu dari kolonial dan imperalis. Bung Karno meletakan strategi yang menjadi protokol perubahan peradaban seperti humanity dan demokrasi.

“Di sinilah seharusnya, hikmat yang memimpin demokrasi itu sendiri dan itu juga mencerminkan kepribadian bangsa kita yaitu demokrasi yang musyawarah, dan mufakat. Demokrasi Bung Karno itu demokrasi terpimpin yang tersirat dalam Pancasila ke lima yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam  permusyawaratan perwakilan,” tutur Olivia.

Menyoal Pancasila, Yudi Latif, Pakar Aliansi Kebangsaan menyebutkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh serta dasar negara yang tidak membedakan segala aspek suku, ras, maupun agama. Dalam pencetusan Pancasila, Soekarno merupakan artikulator terbaik dari zamannya.

 “Soekarno ini mungkin harus kita pandang sebagai Indonesian Destiny semacam takdir Indonesia karena Soekarno ini sebenarnya semacam jiwa raganya Indonesia,” Ucap Yudi.

Yudi menambahkan bahwa  Pancasila sebagai titik temu, titik pijak dan titik tumpu.  5 visi negara pun diturunkan dalam imperative moral Pancasila yaitu menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dalam Pancasila terdapat keragaman yang dipertemukan dengan mencari esensi-esensi pokok yang mengendap di dalam sejarah Indonesia.

“Tidak boleh ada diskriminasi, tidak boleh ada ekploitasi, tidak boleh ada penjajahan di atas muka bumi,” Ucap  Yudi

 

ARY SUNGKANA
Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *