Potret sejumlah kopi botolan dari Roulette Coffee yang di ambil saat lauching pada Selasa, 2 Maret 2021. (Shafira Putri Lestari/JUMPAONLINE)

Bekasi, Jumpaonline – Berani mengambil risiko dan tidak menunda-nunda dalam berbisnis, menjadi prinsip keempat milenial ini, yaitu Abizard Adianto, Fajar Pratomo, Muhammad Ammar, dan Ridho Bayu. Mereka membangun brand minuman kopinya bernama Roulette Coffee, yang launching pada Selasa, 02 Maret 2021 di Bekasi, Jawa Barat. Bisnis ini dimulai dengan sistem bisnis rumahan. Diawali dengan mencari biji kopi, dan meracik sendiri minumannya.

“Awalnya pada bulan Januari, saya mengajak teman-teman saya utuk membuka usaha kopi. Karena kurangnya dana, kita mulai dari yang kecil terlebih dahulu [usaha dari rumah]. Dari mencari biji kopi, hingga meracik kopi sendiri,” ungkap pemilik Roulette Coffee, Abizard Adianto.

Karena pandemi masih berlangsung hingga saat ini, dan keterbatasan masyarakat untuk keluar rumah untuk sekedar menikmati kopi bersama teman di coffee shop, maka mereka berinovasi untuk dapat mengabulkan permintaan pasar dengan menciptakan produk berupa minuman botolan.

Modal awal yang dibutuhkan cukup minim, yakni Rp 200.000- Rp 800.000 yang digunakan untuk membeli bahan baku minuman dan peralatan yang dibutuhkan.

“Untuk modalnya sendiri, kami berpatungan 200 ribu per orang, itu sudah cukup untuk membeli alat dan bahan-bahan. Karena kami menyediakan layanan pesan antar, maka kami dapat menghemat biaya lahan,” jelas Fajar.

Seperti pebisnis pada umumnya, mereka berencana untuk semakin mengembangkan bisnis minuman kopinya. Target terkini, yakni membuka kedai kopi sendiri. Oleh sebab itu, Abizard menekankan, bagi para generasi muda yang masih ragu merealisasikan ide berbisnisnya, untuk tak lagi menunda-nunda. Ambil peluang bisnis yang ada dan segera realisasikan.

“Untuk memulai sebuah usaha, terkadang kita takut datangnya kegagalan. Padahal itu bukanlah hal yang utama, tujuan utama kami adalah memberikan produk yang berkualitas dan servis terbaik untuk para konsumen. Jangan sampai terlalu memikirkan keuntungan, sehingga mengorbankan kepercayaan konsumen. Memang tidak semudah itu, karena sukses butuh proses,” tutup Abizard.

 

SHAFIRA PUTRI LESTARI

Calon Anggota Muda LPM ‘Jumpa’ Unpas

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *