Tangkapan layar Penyelenggara Acara (atas kiri), Moderator Acara (atas kanan), dan  Muhammad Nizar Siagian, mahasiswa program Doktoral Jurusan Hubungan Internasional (bawah) saat menjadi pembicara kegiatan sharing dan diskusi buku Homo Deus yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan secara daring pada Rabu, 24 Februari 2021. (Renaldy Rizky Firdiansyah/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan menggelar kegiatan sharing dan diskusi buku Homo Deus secara daring melalui telekonferensi Zoom Meeting pada Rabu, 24 Februari 2021. Kegiatan ini diisi oleh Muhammad Nizar Siagian, mahasiswa program Doktoral Prodi Hubungan Internasional dan Andi Achdian, Dosen Prodi Sosiologi Universitas Nasional sebagai pembicara. Diskusi ini berfokus pada pembahasan pemikiran manusia pada beberapa dekade ke depan.

Muhammad Nizar Siagian, mahasiswa program Doktoral Jurusan Hubungan Internasional menjelaskan perbedaan masa sekarang dengan 100 tahun yang lalu. 100 tahun yang lalu manusia sudah berusaha keras mengatasi 3 macam masalah yaitu kelaparan, wabah penyakit dan perang. Walaupun 3 hal tersebut masih  bisa di debat, tetapi relatif masih bisa diatasi seperti yang sudah di jelaskan dalam buku Homo Deus ini.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kini lebih banyak orang mati karena makan terlalu banyak daripada makan terlalu sedikit, lebih banyak orang meninggal karena usia tua daripada oleh penyakit menular, dan lebih banyak orang melakukan bunuh diri daripada dibunuh oleh tentara, teroris dan penjahat,” kata Nizar.

Andi Achdian, Dosen Prodi Sosiologi Universitas Nasional menambahkan, bahwa 3 hal tersebut [kelaparan, wabah penyakit, dan perang] sepertinya tidak akan menjadi bahan pemikiran manusia untuk beberapa dekade ke depan. Manusia harus semakin bersandar pada ilmu dan teknologi baru, khususnya biologi, ilmu komputer, beserta cabangnya seperti ilmu saraf, life sciences, dan artifical intelligence.

“Sudah banyak pemikiran yang berbeda di zaman sekarang, dan di kemudian hari, kita juga akan lebih fokus ke hal- hal di masa depan, bukan hal-hal yang sudah kita lewati di masa lalu,” tambah Andi.

 

RENALDY RIZKY FIRDIANSYAH
Calon Anggota Muda ‘Jumpa’ UNPAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *