Suasana simposium BEM Fakultas Hukum (FH) Unpas di Wisma Taruna Jl. Lengkong Besar, Bandung pada Selasa, 3 April 2018. BEM FH Unpas mengangkat tema Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan dalam Menopang Pembangunan Ekonomi Nasional. (Rahayu Fusfita Sari / JUMPAONLINE)

Lengkong Besar, Jumpaonline Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Pasundan mengadakan Simposium Hukum Se-Jawa Barat dari 1 s.d. 4 April 2018 yang mengangkat tema “Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan dalam Menopang Pembangunan Ekonomi Nasional”. Acara ini dilaksanakan di Wisma Taruna. Peserta berasal dari mahasiswa Hukum se-Jawa Barat. Simposium hari pertama mengupas tentang persaingan pasar bebas di Indonesia.

“Kita mengangkat isu ekonomi karena melihat dinamika ekonomi Indonesia yang melempem. Misal, menilik fakta di lapangan banyak kondisi yang mengakibatkan persaingan yang tidak konstruktif. Banyak monopoli dan usaha tidak sehat di Indonesia seperti persaingan minimarket dan warung kaki lima,” ujar Anggi Agustian Almansyah selaku Ketua Pelaksana.

Fikry Haruki salah satu peserta dari Universitas Islam Negeri Bandung berpendapat bahwa persaingan dalam pasar bebas tidak bisa dibendung. Misal, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak pernah diberikan kesempatan untuk memperluas pasarnya untuk bersaing. Petani yang menanam padi atau jagung pun tidak pernah menentukan harga jual sendiri lantaran sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Biarkan para petani untuk menentukan harganya sendiri, berikan kesempatan rakyat untuk berkarya sesuai kemampuanya untuk membuktikan negara Indonesia sebagai negara agraris,” tambahnya.

Ken Norman, peserta dari Universitas Pangkuan Bogor mengatakan acara ini dapat membentuk mahasiswa lebih memahami cara mengembangkan usaha kecil menengah di pasar bebas. Kendala yang biasa dialami adalah ihwal regulasi yang sering tidak menguntungkan dan kurangnya pembinaan masyarakat oleh pemerintah.

“Setelah terbentuknya kualitas (masyarakat), kita tidak perlu takut terhadap persaingan bebas karena secara kualitas sudah aman, dan secara regulasi perlu adanya perlindungan terhadap usaha kecil menengah,” pungkas Norman.

Anggita salah satu peserta mengutarakan bahwa simposium yang baru pertama kali diadakan oleh Fakultas Hukum Unpas ini cukup apik dan dapat menjadi ajang silaturahmi sesama mahasiswa. Selain itu, pokok pembahasan yang disajikan simposium juga menarik.

RAHAYU FUSFITA SARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *