topsy.one
Sumber : topsy.one

Tamansari, Jumpaonline – Salah satu anggota Mapak Alam Unpas bernama Eko Hasypari ditemukan meninggal setelah terbawa arus Sungai Cisokan di Kabupaten Cianjur. Korban ditemukan warga pada Senin pagi, 13 Maret 2017. Eko ditemukan di Gua Lalay, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur 20 KM dari lokasi tenggelam. Korban tenggelam tiga hari lalu ketika mendampingi anggota baru latihan Arum Jeram.

“Korban tenggelam sekitar jam 3 sore hari Sabtu,” ujar Reva Maulana Ketua Umum Mapak Alam Unpas kepada Jumpaonline Selasa, 14 Maret 2017.

Kejadian terjadi saat Eko sedang berenang ketika istirahat latihan, dia tenggelam karena tidak memakai pelampung. Ketika melihat Eko, beberapa anggota Mapak Alam berusaha menolongnya. Salah satu anggota melempar rescue rope kepada korban, tapi tidak tergapai korban. Anggota lainnya berusaha menolong dengan mengejar korban lewat jalur darat, karena medan yang sulit dan aliran sungai deras, korban semakin menjauh.

Pada saat itu Anggota Mapak Alam berinisiatif mendirikan posko pencarian di Kampung Panojer, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Tim yang ikut mencari diantaranya Forum Keluarga Besar Pencinta Alam Bandung Raya, Basarnas, BPBD Kabupaten Cianjur, PMI Kabupaten Cianjur, Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tim pencari yang berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Unpas (KSR dan Menwa)  juga ikut dalam proses pencarian.

“Kita (KSR) mencari korban barengan dengan Basarnas, Mapak Alam, PMI, BPBD dan Tagana,” ucap Hafidz F. P., Anggota KSR Unpas yang ikut dalam pencarian.

Pencarian dilakukan tim pada Minggu pagi. Peralatan yang digunakan untuk mencari jenazah yaitu  perahu karet, papan River Boarding dan perahu karet bermesin. Tim pencari dibagi dua, ada yang mencari di sekitar tempat kejadian, tim lainnya mencari di hilir sungai.

“Tim pertama mencari di hilir daerah Waduk Cirata di Nusa Dua, tim lain mencari dari tempat kejadian,” ujar Hafidz.

Setelah korban ditemukan, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Cianjur untuk divisum. Kemudian Senin sore dibawa ke kampung halamannya di Rancaekek, Kabupaten Bandung untuk dimakamkan.

EGI BUDIANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.