Pemaparan materi oleh Artanto Salmoen Warjadinata dalam seminar This Time For Afrika.(Cikasara Putri Shafira P / JUMPAONLINE)
Pemaparan materi oleh Artanto Salmoen Warjadinata dalam seminar This Time For Afrika.(Cikasara Putri Shafira P / JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline –  Perhatian Indonesia untuk Afrika diwujudkan melalui kesempatan belajar kepada mahasiswa  Afrika. Dalam hal ini mempelajari aspek sejarah, kultur, serta budaya,karena banyak hal menarik yang bisa dipelajari. Perhatian ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai Indonesia di negara asalnya.

“Yang terpenting sekarang adalah perhatian sangat bermanfaat untuk Afrika, termasuk mahasiswa ini kan kita undang untuk belajar di Indonesia,”Ujar Artanto Salmoen Warjadinata Directorate of African Affairs Ministry of Foreign Affair RI dalam acara Seminar This Time For Africa pada Sabtu, 17 Desember 2016, di Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA), Bandung.

Menurut Artanto, nilai-nilai Indonesia mulai diterapkan di Afrika, dengan adanya sikap saling menghormati kesetaraan dan hubungan silaturahim. Hal ini mulai dapat diimplementasikan oleh mereka dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kemiripan Indonesia dan Afrika, mulai bahasa hingga kuliner.

“Jadi, ada satu kata yang sering digunakan di Afrika yaitu kata ‘Tuah’.Selain itu, Bapak ibu kalau kita telusuri sudah banyak produk Indonesia  seperti Sedap dan Indomie. Bahkan sekali makan menghabiskan 2-3 porsi noodle,”ujarnya

Menurut Inggi Apriliani Nur Hakim, hubungan diplomatis antara Indonesia dan Afrika bukan hanya sebatas di bidang politik, melainkan juga bidang sosial, budaya, dan kekeluargaan. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dengan kondisi saat ini.

“Hubungan Indonesia dan Afrika itu masih berjalan dengan baik, gak cuma hubungan diplomatis aja, ada hubungan kekeluargaan juga. Afrika gak sebatas  geografis aja, tapi makna dari KAA itu ada, masih kuat, dan masih tumbuh,” lanjutnya.

Seminar This Time For Africa merupakan rangkaian acara dari Museum KAA sebagai penutup tahun 2016. Acara ini berlangsung dari tanggal 14 – 31 Desember 2016, yang akan ditutup dengan acara Night at the Museum KAA.

 

MUHAMMAD ANDY RUSANDY SUPADI | MAGFIRAH RAMADHANI

Anggota Muda LPM Jumpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *