sumut.pojoksatu.id
sumut.pojoksatu.id

Lengkong, Jumpaonline – Perbandingan jumlah dosen dan mahasiswa masih menjadi masalah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpas. Sesuai ketetapan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), rasio ideal dosen dan mahasiswa dalam satu kelas adalah 1 : 45. Penyebabnya, jumlah mahasiswa yang diterima melebihi target yang telah ditentukan. Disamping itu, jumlah kelas yang ada sekarang tidak mencukupi.

“Target awal FISIP 850, ternyata jumlah yang registrasi melebihi target. Jadi, mahasiswa yang sudah registrasi mau tidak mau harus diterima,” ujar Heri Erlangga, Wakil Dekan I Fisip kepada Jumpaonline pada Rabu, 2 November 2016.

Bagi mahasiswa, jumlah mahasiswa yang terlalu banyak menyebabkan suasana di kelas kurang kondusif. Ditambah lagi, ada beberapa dosen yang kurang interaktif dalam proses pembelajaran. Alya Ramadhini mahasiswa Hubungan Internasional 2016 mengatakan bahwa proses pembelajaran kurang efektif. Dosen hanya terpaku kepada satu mahasiswa yang aktif di kelas.

Senada dengan Alya Ramadhani, Rini Indriani mahasiswa Ilmu Komunikasi 2014 mengatakan kelas tidak nyaman meskipun ada AC, tidak kondusif dan seharusnya posisi kursi letter U seperti dahulu agar yang di belakang juga terdengar.

Dalam menyelesaikan masalah ini, pihak kampus telah merencanakan pembangunan gedung baru pada bulan Desember. Selain itu, Rektorat juga menargetkan mahasiswa bisa lulus tepat waktu sesuai yang telah ditentukan kampus.

“Solusinya, mendesak mahasiswa untuk lulus tepat  waktu, tidak boleh lebih dari 7 tahun. Kalau lebih dari itu harus mengundurkan diri, atau mengikuti pemutihan dengan masa tunggu 2 tahun,” ujar Heri Erlangga.

 

DIAN PUSPITASARI BINTORO | MAGFIRAH RAMADHANI | CIKASARA PUTRI SHAFIRA P.

Calon Anggota Muda LPM Jumpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *