Mahasiswa Unpas terlihat memakai jas almamater saat mengikuti OPMB tingkat Universitas. Di FISIP penggunaan jas almamater sudah diwajibkan untuk mahasiswa baru (Arsip Jumpa)
Mahasiswa Unpas terlihat memakai jas almamater saat mengikuti OPMB tingkat Universitas. Di FISIP penggunaan jas almamater sudah diwajibkan untuk mahasiswa baru (Arsip Jumpa)

Lengkong, Jumpaonline– Kebijakan baru Wakil Dekan III FISIP Unpas yang mewajibkan mahasiswa barunya memakai jas almamater saat perkuliahan setiap Senin dan Sabtu menuai kritik dari mahasiswa baru. Pasalnya kebijakan tersebut menimbulkan kecemburuan pada mahasiswa lama di Unpas.

“Saya tidak setuju karena membeda-bedakan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama,” ujar Oktavianus, mahasiswa Kesejahteraan Sosial angkatan 2015.

Dia juga mengatakan tidak ada sosialisasi dari pihak dekanat dan tidak ada kepastian sampai kapan kebijakan ini berlaku.

Berbeda dengan Oktavianus; Gergian, mahasiswa FISIP angkatan 2014 mengatakan tidak ada masalah mengenai kebijakkan baru tersebut, menurutnya  pihak dekanat pasti punya maksud dan tujuan yang baik terhadap mahasiswa baru.

“Ya mungkin saja ada tujuan yang baik dari pihak dekanat tidak mungkin ada unsur diskriminasi,” katanya.

Menurut Sumardhani, Wakil Dekan III FISIP, tujuan kebijakan menumbuhkan rasa cinta dan bangga mahasiswa terhadap Unpas. Selain itu agar mahasiswa barunya pun mudah dikenali.

“Kebijakkan ini murni dari saya untuk menunjukan kecintaan pada Unpas,” ucap Sumardani.

Ia juga menambahkan untuk masa berlaku kebijakkan tersebut terhitung dari hari pertama perkuliahan sampai dengan akhir semester.

ROFI ADELIA PUTRI

 Anggota Muda LPM Jumpa 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.