Suasana seminar "Ketahanan Energi", di Gedung Energi, ITB, jumat 11 September 2015 (Mega Marina/JUMPAONLINE)
Suasana seminar “Ketahanan Energi”, di Gedung Energi, ITB, jumat 11 September 2015 (Mega Marina/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline “Pertumbuhan penduduk Indonesia tidak sebanding dengan energi yang dimiliki,” hal itulah yang diucapkan oleh Achmad Arvianto Caessar, Ketua Far East Movement (FEM), ITB. Mensiasati hal ini, Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan Institute Teknologi Bandung (ITB) mengadakan seminar yang bertajuk Ketahanan Energi, yang diselenggarakan pada 11-12 September 2015 di Gedung Energi ITB.

“Ketahanan energi itu materinya penting banget. kita harus bisa memiliki ketahanan energi, paling ngga kebutuhan energi tercukupi,” ujar Achmad.

Dalam seminar ini diungkapkan peta-peta energi yang ada di Indonesia dan pemanfaatnya. Pada hari pertama dijelaskan materi tentang Perminyakan dan Potensi  Pemanfaatan Batubara Sebagai Komoditas  Energi Nasional.

Menurut Benyamin Sapiie, dalam pengembangan energi , eksplorasi itu adalah hal yang menyumbang research energi, perizinan yang panjang hingga sebuah proyek dapat diselenggarakan. Dalam membuat sebuah proyek pertambangan dibutuhkan 300 izin dari Pemerintah terkait. Pemanfataan energi pun harus dioptimalkan oleh Pemerintah

“Pemerintah tolong ego masing-masingnya dihilangkan, lebih terbuka ke masyarakat dan masyarakat ngga ngomong pake otak kosong juga, jadi kita sama-sama saling belajar dan sama-sama saling memajukan Indonesia,” ucapnya.

Seminar ini menggabungkan enam jurusan di antaranya Teknik Geologi, Teknik Perminyakan, Teknik Pertambangan, Teknik Metalurgi, Teknik Kimia, dan Geofisika. Selama dua hari tersebut materi yang disampaikan meliputi enam jurusan tersebut.

MEGA MARINA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *