Salah satu PKL yang berdagang di zona merah , Taman Superhero. (Adithya Berlian/JUMPAONLINE)
Salah satu PKL yang berdagang di zona merah , Taman Superhero. (Adithya Berlian/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline – Taman Superhero masih dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) hal tersebut bertentangan dengan peraturan Pemerintah Kota Bandung yang melarang PKL membuka lapak di zona merah. Oman, seorang pedagang mengakui bahwa dia membayar uang keamanan setiap harinya ke Satpol PP.

“Saya sudah bayar kepihak Satpol PP buat jatah rokok dan pungutan tiap hari,” ujarnya.

Penertiban yang dilakukan Satpol PP pun hanya sekedar formalitas semata. Menurut Oman, ketika diadakan penertiban, seluruh pedagang hanya diminta untuk pindah ke tempat lain sementara. Setelah itu Satpol PP mengambil foto taman yang memperlihatkan bahwa taman bebas PKL. Setelah itu, PKL dipersilakan kembali berdagang di taman.

“kadang kalau ada penertiban kita disuruh pindah dulu untuk difoto habis itu kita balik lagi,” katanya.

Sofie, pengunjung taman mengatakan pemerintah harus bersifat adil. Walaupun PKL dilarang berjualan di sini seharusnya pemerintah menyediakan tempat lain untuk mereka. Kemudian mengenai oknum Satpol PP yang bertindak sewenang-wenang pun sebaiknya segera ditindaklanjuti. Berbeda dengan Sofie, Risti, seorang pelajar yang berkunjung, tidak keberatan dengan adanya PKL.

‘’Kalau tidak ada PKL kita mau jajan di mana dong,’’ ujarnya kepada Jumpaonline.

Peraturan pemerintah kota bandung tentang larangan PKL berjualan di sekitar Taman Superhero, masih belum terlaksana dengan baik. Menurut pasal 16 perwalkot Bandung No.888, Juklak pada No.04 Tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan PKL bahwa PKL dilarang berjualan di sekitar Taman Superhero. Pasalnya masih banyak PKL  berjualan di sekitar Taman Superhero.

ADITHYA BERLIAN PRATAMA ARSAD

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.