Seniman Gesit sedang memainkan alat musik dalam acara Kongres Paguyuban ke-42 di Gedung Merdeka. (Egi Budiana/JUMPAONLINE)
Seniman Gesit sedang memainkan alat musik dalam acara Kongres Paguyuban ke-42 di Gedung Merdeka. (Egi Budiana/JUMPAONLINE)

Bandung, Jumpaonline 34 seniman Gerakan Seni Tradisional Jawa Barat (Gesit) memeriahkan acara pembukaan Kongres ke-42 Paguyuban Pasundan. Acara ini  dilaksanakan di Gedung Merdeka pada Jumat, 21 Agustus 2015.

Penampilan Gesit ini guna menyambut Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Banyak warga paguyuban pasundan yang menyaksikan kesenian tradisional tersebut.

“Saya sebagai warga Jawa Barat merasa bangga keseniannya bisa di pertunjukan ke banyak orang,” ujar Usdek, ketua Gesit.

Gesit menampilkan seni tradisional reak dan pasang giri oleh pencak silat. Pencak silat yang ditampilkan terdiri dari dua perguruan yaitu gagak remayung dan gajah putih. Sedangkan, seni reak yang ditampilkan lebih modern.

“Kalau reak tradisional ada unsur mistisnya, makanya reak yang ditampilkan di sinisekarang lebih modern,” katanya.

Kongres ini hanya dihadiri oleh orang yang berkepentingan dan telah memiliki id-card saja. Tidak sembarang orang bisa memasuki Gedung Merdeka tersebut. Hal ini mengundang kekecewan dari salah satu masyarakat Paguyuban Pasundan yang tidak menyaksikan langsung acaranya.

“Tadi saya liat sih penyambutan di luar kurang meriah, jadi masyarakat yang tidak di bolehkan masuk tidak puas. Peny ambutannya berbeda dengan yang di dalam meriah,”kata Retno, mahasiswi STIE Pasundan saat ditemui Jumpaonline.

GUMILAR ABDILLAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *