Gerbang Unpas Tamansari seketika ditutup untuk memisahkan HMI dengan mahasiswa Unpas. (Sudury Septa Mardiah/JUMPAONLINE)
Gerbang Unpas Tamansari seketika ditutup untuk memisahkan HMI dengan mahasiswa Unpas. (Sudury Septa Mardiah/JUMPAONLINE)

Tamansari, Jumpaonline – Keributan terjadi di kampus Unpas Tamansari pada Senin, 10 November 2014. Keributan berasal dari puluhan anggota HMI yang ‘kucing-kucingan’ dengan Polisi dan melarikan diri ke area kampus Unpas Tamansari. Mereka berusaha mencari perlindungan dari Polisi yang berusaha menangkap mereka.

Menurut keterangan dari Boy Victory Toisuta, mahasiswa FE Akuntansi yang menjadi saksi mata, terjadi kejar-kejaran antara puluhan anggota HMI dan Polisi. Beberapa anggota HMI mencari perlindungan dengan bersembunyi ke gedung FKIP Unpas tamansari. Diduga hal itu terjadi karena aksi demo dalam perlawanan kenaikan harga BBM.

Beberapa mahasiswa Unpas merasa kesal kepada pendemo, pasalnya Esa Anggriawan, mahasiswa Unpas terkena pukulan Polisi. Padahal ia tak tahu apapun pada masalah itu. Kemudian salah satu motor yang terparkir di dalam kampus pun menjadi sasaran amukan Polisi yang berusaha menggertak mahasiswa Unpas yang diduga sebagai pendemo.

Jumlah pendemo HMI diperkirakan kurang lebih 25 orang, tidak kurang dari 15 orang lari ke gedung FKIP Unpas. Pendemo HMI diperkirakan berasal dari mahasiswa Unisba, Unpas, dan Unpad.

“Keributan beredam karena turun tanganya satpam Unpas untuk memisahkan pendemo dan mahasiswa Unpas,” ucap Boy pada Jumpaonline.

Andri Ahmad Zaeni | Angky Andrian

Calon Anggota Muda LPM Jumpa 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *