Beberapa pedagang yang berdagang di sekitar gedung Sabuga saat pelaksanaan OPMB. (Elia Nurindah Sari/JUMPAONLINE)
Beberapa pedagang yang berdagang di sekitar gedung Sabuga saat pelaksanaan OPMB. (Elia Nurindah Sari/JUMPAONLINE)

Sabuga, Jumpaonline– Pedagang Kaki Lima (PKL) merasa kecewa terhadap OPMB Unpas karena tidak adanya akses keluar gedung Sabuga untuk seluruh mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang sedang mengikuti kegiatan OPMB tidak diperbolehkan keluar dari gedung Sabuga hingga kegiatan selesai dilaksanakan.

Koordinator OPMB Unpas, Tatang Sugandi membenarkan adanya hal tersebut. Mahasiswa tidak diberi waktu untuk keluar dengan alasan agar mahasiswa baru dapat memanfaatkan waktu istirahatnya dengan baik. Tatang tak ingin acara menjadi terlambat jika mahasiswa diperbolehkan keluar. Hal itu disesalkan para pedagang yang berdagang di sekitar gedung Sabuga lantaran tidak mendapatkan pendapatan lebih saat kegiatan ini.

“Biasanya kami selalu mengunggulkan OPMB Unpas dibandingkan dengan OPMB universitas lain,” ungkap Eti, pedagang Kupat tahu dan air mineral saat ditemui Jumpaonline Senin, 1 September 2014.

Tak hanya Eti, Tati, pedagang Bakso Tahu pun mengatakan kali ini pendapatan hasil berdagang di kegiatan OPMB Unpas jauh dari harapan. Pasalnya, sangat berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini peserta OPMB diberi makan katering oleh panitia.

“Tahun lalu biasanya kita sangat menanti-nantikan OPMB Unpas, berbeda dengan saat ini,” ujarnya sambil terus membandingkan OPMB Unpas dengan OPMB universitas yang lain.

Institut Teknologi Bandung (ITB) misalnya, seminggu sebelumnya menggelar OPMB di Sabuga. Mereka memang tidak memperbolehkan mahasiswa barunya keluar akan tetapi panitianya hampir rata-rata diberi akses untuk jajan keluar.

“Kalau terus-terusan peserta OPMB dikatering begini, ya rezekinya untuk pemilik katering saja,” kata Tati.

ELIA NURINDAH SARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *