Tampak depan klinik Unpas Lengkng. Suasana klinik terlihat sepi tanpa pasien. (Sudury Septa Mardiah/JUMPAONLINE)
Tampak depan klinik Unpas Lengkng. Suasana klinik terlihat sepi tanpa pengunjung. (Sudury Septa Mardiah/JUMPAONLINE)

Lengkong, Jumpaonline – Klinik Unpas Lengkong pada Kamis, 27 Maret 2014 sepi pengunjung. Menurut Muhammad Atthareq, anggota Korps Sukarela (KSR) Unpas, sepinya klinik disebabkan oleh banyaknya mahasiswa yang tidak mengetahui keberadaannya.Ketidaktahuan mahasiswa disebabkan oleh lokasi klinik yang kurang strategis.

“Karena lokasinya di basement banyak mahasiswa yang tidak tahu,” kata Atthareq saat ditemui Jumpaonline.

Klinik Unpas Lengkong sudah ada sejak tahun 90an, namun baru dua tahun belakangan klinik itu dikelola oleh Unpas. Kurang gencarnya publikasi yang dilakukan oleh Unpas juga menjadi penyebab klinik sepi pengunjung. Bahkan sempat tak mendapat satu pun pengunjung.

“Publikasi sendiri baru sekadar nempelin pamflet di mading. Kita juga menginformasikan lewat pengunjung yang datang berobat untuk memberitahukan pada mahasiswa lain,” ucapnya.

Keadaan klinik yang sepi pengunjung disayangkan oleh Atthareq. Hal ini menyebabkan mahasiswa kurang memanfaatkan fasilitas yang disediakan dengan baik. Padahal mahasiswa telah membayar biaya kesehatan pada awal masuk.

Atthareq berharap banyak mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas klinik ini dengan baik. Selain itu ia juga berharap ada bantuan untuk mempublikasikan klinik Unpas Lengkong agar banyak mahasiswa yang mengetahuinya.

SUDURY SEPTA MARDIAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *