http://facebook.com/asriFit
Asri Fitriasari bersama suami dan anaknya. (Facebook)

Lengkong, Jumpaonline – Tiga kunci mapan menjadi sebuah tolak ukur dalam menikah muda menurut Asri Fitriasari. Asri adalah penulis buku Aku, Kau dan KUA dalam bedah bukunya yang bertajuk Tiga Kata Berjuta Makna di Aula Unpas Lengkong, Selasa, 25 Maret 2014.

Menurut Asri menikah muda tidak segampang dugaan banyak orang. Menikah muda membutuhkan persiapan secara mental maupun ekonomi. Mapan menurut Asri adalah secara emosi, pikiran dan spiritual.

“Mapan secara emosi adalah tidak menyalahkan orang lain atau pasangan,” ujar ibu muda tersebut.

Asri juga menjelaskan bahwa mapan secara pikiran berarti harus mencari solusi dalam setiap permasalahan yang terjadi. “Banyak orang yang berpikir bahwa menikah muda adalah solusi yang tepat karena tidak ingin patah hati dalam pacaran, namun sebenarnya menikah akan menimbulkan permasalahan lain,” tambah Asri yang memilih menikah pada usia 21 tahun.

Asri menambahkan mapan yang terakhir yaitu mapan secara spiritual. “Mapan spiritual adalah meyakini Allah yang mengatur segala sesuatu, semuanya atas Ridho Allah,” ujarnya lagi di acara yang digelar oleh Dewan Keluarga Masjid Ulul Abshor Unpas.

Ketika ketiga mapan telah dimiliki namun belum menemukan jodoh, Asri memberikan solusi dengan cara mencari perhatian Allah. “Allah lebih tahu kapan kita pantas untuk menikah,” ucapnya ketika berkisah tentang bukunya yang berdasarkan kisah nyata sang penulis.

SASTIKA DEWI KABALMAY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *