http://votreesprit.wordpress.com
(www.votreesprit.wordpress.com)

Lengkong, Jumpaonline – Sistem demokrasi yang dianut oleh pemerintah Indonesia dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. Anton Minardi, pembicara Seminar Nasional bertajuk Islamisasi Demokrasi Tegakkan Khalifah, Mungkinkah? mengatakan bahwa demokrasi berbeda dengan Islam dan termasuk dalam golongan musyrik.

“Demokrasi berarti kekuasaan berada di tangan rakyat, sedangkan Islam mempunyai Allah yang patut disembah oleh semua makhluk,” ujarnya yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Politik Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat, Selasa, 25 Maret 2014, di Aula Unpas Lengkong.

Anton kemudian menguraikan berbagai alasan kenapa ia tidak yakin demokrasi dapat menjalankan syariat Islam. “Demokrasi telah mengubah patokan keadilan dan kesejahteraan yang diberikan Allah, seolah-olah tanpa demokrasi tidak ada kebahagian,” katanya.

Selain itu, ia juga mengkritisi tentang kebijakan one man = one vote yang menjadi sistem demokrasi dalam pemilu di Indonesia. “Dalam Islam tidak mengenal banyak atau sedikit, pertimbangannya benar atau salah,” kata Anton yang juga dosen FISIP Unpas.

Selain Anton, seminar yang diselenggarakan oleh Dewan Keluarga Masjid Ulul Abshor Unpas ini juga menghadirkan pembicara Tiar Bachtiar, seorang peneliti Indonesian Society for Social Transformation (Insists).

SASTIKA DEWI KABALMAY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *